Keluarga Biasa…

Okay untuk kesempatan kali ini saya akan membahas tentang politik, haha telinga langsung “ngiinggg” sepertinya mendengar kata itu, kata sederhana yang kadang penyebab hancurnya bumi ini. Tidak tidak, saya akan membahas keluarga saya, ya keluarga sederhana yang besar dan mungkin bakal “selamanya” ada di bumi Yogyakarta ini. Keluarga saya berasal dari keluarga biasa saja, dibilang “priyayi” tidak, dibilang mlarat juga tidak.

Ayah saya sejak dari tahun 80an sampai akhir taun 2000an membesarkan aku dan selalu memberi nafkah keluarga dari pekerjaannya sebagai driver BUS. Wow pekerjaan yang keyen kata anak alay mungkin, hehe bagaimana tidak satu orang memegang kendali didepan, selalu fokus terhadap kemudinya karena dialah pemegang andil penting nyawa penumpangnya selamat sampai tujuan. Saya tak habis pikir ketika menumpang bus sumber kencono, bus yang sudah tak asing lagi bagi penyuka adrenalin ini, bus yang sering merenggut nyawa bagi siapa saja yang tak menghiraukan klaksonan supirnya, bus yang sekarang berubah nama menjadi “Sumber Selamat” tapi tetap saja membuat was2 orang2 yang mendekatinya. ngelanjut tentang “tak habis pikir”, kenapa si sopir SUPERMAN itu bisa2nya merokok di tangan kirinya dan hanya memegang kendali setir hanya menggunakan tangan yang satunya lagi, yang dimana Taukah Kalian ketika aku menumpang bus itu, di tuas rem dan gas bus tersebut dikaitkan sebongkah balok kayu. Hal yang masih menjadi tanda Tanyaku selama beberapa taun sampai akhirnya taun 2005 aku bisa menyadari kegunaan dari balok kayu itu, jadi gini pernah denger istilah “Gas Pol Rem Pol” (gas maksimal kemudian rem maksimal) yap istilah itu adalah kalimat biasa terhadap penyuka kecepatan. Nah guna balok kayu tersebut adalah untuk menjaga ritme mengemudi si supir agar tetap Gas pol rem pol tadi, agar tidak ada kejadian tengah-tengah??? Agar kalau dia menginjak gas pasti tuas rem akan naik, dan begitu pula sebaliknya. Kurang tau saya apakah saat ini masih seperti itu karena saya kalau melihat muka bus itu, milih menjauh dibelakang, minggir, atau melaju didepannya jauh, hehehe parno aja sewaktu2 bisa dicium ma body seksi bus tersebut. J

Nah kenapa saya cerita ngalor ngidul tentang bus tersebut, karena bus tersebut adalah awal dan akhir dari pekerjaan ayahku, ayah yang dulu masih bisa menafkahi keluarga dengan pendapatan tetapnya, semenjak ayah nabrak orang sampai meninggal (walau bukan ayah yang salah karena si pengendara motor tersebut yang dipengaruhi minuman keras “TM wanna be”😀 nyelonong masuk ke jalur berlawanan dan membawa muatan dibelakang (semacam kerondot orang2 yang mau pergi ke pasar). Ah lupakan, Tapi ayah tetaplah ayah yang JANTAN bagiku, karena berkat dialah aku belajar banyak hal tentang arti hidup. Berkat dialah aku sekarang tetap tersenyum untuk dunia J . nah sekarang beranjak cerita tentang ibu, mungkin 15 halaman kuarto A4 tidak akan cukup untuk menceritakan sosok ibu ku yang satu ini. Ibu datang dari keluarga sederhana dan tercipta saat ini tetap masih sederhana. Ibu yang selalu ada saat aku jatuh maupun aku bangun, ibu yang selalu sabar terhadap anaknya yang bengal ini. Matur nuwun sanget ibu atas semua yang udah diajarkan kepadaku. Nah singkat cerita, walau aku berasal dari keluarga pas-pasan dan aku tak pernah menutup-nutupi itu semua. Aku bangga menjadi bagian dari keluarga ini, keluarga yang Alhamdulillah tetap utuh sampai aku beranjak usia sampai 22 taun ini. Ayah dan ibu yang bangga melihat putra-putrinya dah punya titel masing-masing. Yang selalu punya filosofi bahwa “Kowe ki kudu luwih pinter seko bapak ibumu” (kamu harus lebih pintar dari ayah ibumu). Ayah dan ibu yang dengan sangat ikhlas melihat anak-anaknya ke posisi yang paling tinggi ini dalam karirnya. Yang tidak meminta sepeserpun dari hasil jerih payah anak-anaknya. Aku disini bangga pernah lahir didunia ini ditengah-tengah kalian😀 .

Filosofi demi filosofi yang kudapatkan dengan penuh tanda tanya itu terus kupelajari untuk mencari artinya, arti yang tetap abstrak walau ku gali dan ku searching di mbah google. Ku tetap tersenyum apabila kalian tetap ada disampingku, Kuntoro, Listiati, Anindya Kairulisa (Mbak kandung semata wayang), Bintang Purnomo(iparku), Ardhana Nouval Bian Purnomo(ponakan pertamaku), dan airel (ponakan yang aku lupa nama panjangnya). Nama-nama yang selalu tercatat dalam kartu keluargaku J love you all, big hug for yours😀

Posted on September 5, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: